Podcast Mulai Terkenal, terus Gimana Nasib Radio di Masa Depan?

Apabila kalian tercantum generasi 90- an, kalian tentu sempat hadapi kenangan manis dikala mencermati radio. Soalnya di era itu, radio ialah salah satu media intermezo kesukaan buat anak muda. Di tiap rumah tentu minimalnya terdapat satu unit radio. Ya‘ kan?

Dipikir- pikir agak geli pula sih jika mengingat kenangan aku tentang radio. Dahulu aku hingga bela- belain tidur tengah malam demi mendengar program radio kesukaan. Kadangkala aku pula suka request lagu, tidak kurang ingat gunakan salam- salam buat sahabat serta gebetan. Geli banget! Tetapi kenangan itu sangat berkesan buat aku yang jadi pendengar setia radio.

Tetapi sebagian tahun belum lama, aku udah tidak sering banget menikmati siaran radio. Dikala aku tanya ke sahabat, mereka pula mengaku udah tidak sering menyalakan radio. Apalagi tidak sedikit yang bilang jika mereka sama sekali udah tidak sempat.

Alih- alih radio, kami saat ini lebih seleksi podcast( Bahasa Indonesianya, siniar).

Kalian tentu ketahui lah apa itu podcast. Itu lho, format audio yang kontennya mirip dengan radio, tetapi mayoritas lebih berfokus terhadap ulasan sesuatu topik yang jadi tema utama dari podcast tersebut. Isi dari podcast tidak hanya ngobrol- ngobrol doang, kadangkala diselingi oleh lagu ataupun malah terdapat iklannya.

Podcast itu seragam tetapi tidak sama dengan radio.

Iya. Jika diamati lebih saksama, konten dari podcast terkesan tidak sangat berbeda jauh dengan radio. Toh isinya bersama terdapat ngobrol- ngobrolnya serta terdapat lagu yang diputar pula‘ kan? Perbandingan yang sangat menonjol nampak di formatnya.

Radio pada biasanya dapat berisi sebagian program dengan topik yang beragam. Seluruh program itu udah terpaku oleh agenda siaran yang diresmikan tiap- tiap stasiun radio. Sebaliknya podcast dapat diakses kapan juga. Topiknya juga khusus. Jadi kalian tidak butuh menunggu agenda siaran, serta tidak butuh takut pula bakal ketinggalan topik yang lagi dibahas.

Perbandingan yang lain, kalian tidak dapat memutar ulang siaran radio bila kalian baru menyalakan radio di tengah- tengah program. Beda sama podcast. Kalian ingin mencermati dari dini siaran? Dapat. Ingin dari tengah- tengah? Dapat banget.

Serta itu pula yang katanya jadi keunggulan dari podcast.

Lalu, apa berita radio konvensional?

Aku serta banyak dari sahabat aku hanya mencermati radio di situasi- situasi tertentu. Misalnya, dikala lagi naik mobil. Buat membongkar kesunyian, opsi awal kami tentu menyalakan radio.

“ Jadi elo hanya nganggap radio bagaikan pemecah kesunyian cocok naik mobil doang? Gitu iktikad elo, hah?”

Buat aku individu, iya. Tetapi itu bukan berarti stasiun radio bakal punah dalam waktu dekat. Aku bisa jadi tercantum pengecualian. Tentu masih terdapat orang- orang yang setia mencermati radio. Terlebih lagi saat ini kita dapat mencermati radio secara online berkat arus digitalisasi.

Radio konvensional boleh memudar. Tetapi mereka digantikan oleh radio digital.

Informasi dari 2 penelitan yang dicoba Edison Research di tahun 2018 serta dini 2019 apalagi mengatakan lebih banyak penduduk Amerika yang mencermati radio dibanding podcast. Informasinya memanglah tiba dari Amerika Serikat, tetapi hey… seenggaknya kita ketahui masih banyak orang yang giat mencermati radio.

Lagi pula ciri podcast serta radio itu beda. Podcast lebih membiasakan dengan selera orang pendengarnya, sedangkan radio cenderung bertabiat komunal ataupun menyasar pendengar secara universal. Begitu pula dengan podcaster serta penyiar radio. Tidak seluruh podcaster dapat jadi penyiar radio, serta tidak seluruh penyiar radio dapat jadi podcaster. Ciri yang diperlukan dari mereka berbeda.

Walaupun begitu, sebagian stasiun radio udah mulai membuat podcast. Ya, sebagian dari mereka pula memiliki podcast, serta mereka dapat bisa keuntungan dari iklan yang terdapat di podcast. Keuntungan tersebut setelah itu dapat dipakai buat lebih meningkatkan konten yang terdapat di radio.

Memanglah, rasanya kurang pas buat membanding- bandingkan radio dengan podcast. Tetapi sebab keduanya ialah media audio, terdapat isyarat jika popularitas podcast pula berefek ke siaran radio. Di masa yang hendak tiba, dapat aja orang yang asalnya lebih suka mencermati radio mulai bergeser ke podcast. Orang yang asalnya suka mencermati podcast juga dapat aja berpaling ke Netflix ataupun saluran streaming yang lain.

Serta di suasana semacam seperti itu umumnya inovasi diperlukan. Semacam kata filsuf dari Jerman, Georg Hegel, sejarah senantiasa kesekian. Media cetak digantikan oleh media daring sebab kemajuan teknologi. Popularitas Televisi kabel menyusut, digantikan oleh saluran streaming film. Apa berikutnya giliran radio konvensional?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Podcast Mulai Terkenal, terus Gimana Nasib Radio di Masa Depan?"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel